3.17.2016

Sebuah Perkenalan: Apa itu Virtual Reality (VR)?


Virtual Reality (VR) atau Realita Semu adalah sebuah teknologi yang memungkinkan manusia untuk merasakan atau mensimulasikan suatu hal yang tidak nyata sebagai suatu kenyataan. Sebagai contoh, dengan kemajuan teknologi, kita bisa membuat sebuah gambar 360 derajat atupun video 360 derajat menggunakan perangkat VR tentang kota kondisi Monas di Jakarta yang nantinya dapat diliha kembali menggunakan perangkat VR viewer sehingga memberikan kesan kepada pengguna dimana dia seolah-seolah merasa photo atau video yang diputar dia alami sendiri sebagaimana dikehidupan nyata. 

Lumayan rumit untuk menjelaskan apa yang dialami seseorang kita menggunakan teknologi VR, sama seperti mendeskripsikan bagaimana rasanya jatuh cinta, biasanya cara yang terbaik untuk mengerti apa yang dialami adalah dengan mengalaminya langsung. 

VR teknologi merupakan salah satu teknologi terbaru yang tersedia untuk khalayak remain. Walaupun sebenarnya ide untuk VR sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu (tahun 1950an) namun ketersedian teknologi yang bisa dipasarkan baru tersedia beberapa tahun belakangan.


Sebagai sebuah teknologi baru tentunya diperlukan edukasi untuk memahami sesuatu yang baru. Syukurnya pengalaman VR bisanya lebih menyenangkan dari pada pengalaman patah hati. Selain itu ada banyak jalan yang dapat ditempuh agar bisa mencicipi VR.

VR maker
VR maker merupakan perangkat teknologi yang dapat membuat suatu momen yang nantinya dapat digunakan dan dinikmati sebagai suatu VR. Untuk games dan aplikasi VR tentunya memerlukan perangkat dan keahlian tertentu dalam pembuatannya. Namun untuk video dan gambar VR sudah dapat dibuat oleh semua orang dengan ponsel pintarnya dengan menggunakan aplikasi tertentu, misalnya Cardboard Camera. 

VR viewer
VR viewer merupakan sebuah perangkat yang menjembatani pengguna dengan layanan VR, baik itu gambar, video, games, ataupun aplkasi lainnya. Sampai saat ini ada beberapa VR viewer yang tersedia dipasaran. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk merakasan pengalaman VR. Selain bisa menggunakan perangkat khusus yang didedikasikan untuk VR, ponsel pintar sudah dapat digunakan sebagai instrument VR dengan VR viewer tertentu. Namun demikian, tidak semua ponsel pintar yang dapat digunakan sebugai medium VR, ada standar hardware yang harus dimiliki oleh sebuah ponsel agar dapat menghadirkan pengalaman VR yang baik. 

Spesifikasi dasar biasanya adalah memiliki display yang baik, minimal 1080p resolution dengan 3 giga RAM dan lain sebagaiknya. 

Berikut akan dibahas beberapa VR viewer dari yang paling mudah dan murah pagi para pengguna pemula VR sampai pada VR viewer yang sudah menyuguhkan teknologi tertinggi dikelasnya.

·         - Oculus Rift
Oculurs Rift merupakan pemimpin barisan VR viewer dengan teknologi yang paling mumpuni di kelasnya. Oculus Rift menawarkan pengalaman yang paling komprehensi dan mengesankan bagi para pengguna VR. Namun dengan teknologi tinggi yang digunakan dan juga tingkat kepuasan pengalaman VR, Oculus Rift merupakan perangkat VR viewer yang paling mahal tersedia di pasaran, saat ini harganya sekitara 7-8 juta per perangkat.  

·        -  Samsung Gear VR
Bekerjasama dengan Oculus, Samsung berusaha menghadirkan pengalaman VR kepada para pengguna ponsel pintarnya. Dengan bekerjasama dengan Oculus, Samsung Gear VR dapat dikatakan salah satu viewer yang dapat menghadirkan pengalaman VR yang hampir menyerupai Oculus Rift dengan harga yang lebih murah dalam kisaran 1,5 – 2 juta.

Namun salah satu kelemahannya adalah Samsung Gear VR hanya dapat digunakan pada ponsel Samsung tertentu saja. Sehingga tidak dapat digunakan pada ponsel Samsung yang tidak memenuhi kriteria tertentu dan tidak juga bisa digunakan untuk ponsel android jenis lain.

·        -  Entry Level VR
Setingkat lebih tinggi dari Google Cardboard, entry level VR, salah satunya Homido VR, sudah memberikan kenyamanan yang lebih kepada para pengguna. Peningkatan kenyamanan ini dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama entry level VR biasanya sudah memerhatikan sisi estetis dari VR, jika pada Cardboard viewer material yang digunakan adalah karton, pada entry level VR bahan dasar yang digunakan bisanya sudah berupa plastic.

Kedua, lensa yang digunakan pada entry level VR biasanya memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan lensa yang digunakan pada cardboard VR. Hal ini tentunya akan menghadirkan pengalaman VR yang lebih baik untuk para pengguna. Namun tentunya dengan tingkat kenyamanan yang lebih baik membuat entry level VR memiliki harga yang lebih tinggi bila dibantikan dengan Cardboard. Entry level VR biasanya berharga dibawah 1 juta rupiah.

·       -  Google Cardboard
Sebagaimana namanya, Google Cardboard dibuat dengan menggunakan karton. Google Cardboard merupakan salah satu pionir dalam dunia VR, Cardboard juga sangat berjasa dalam menghadirkan VR yang murah (sekitaran 30 rb – 300 rb rupiah) dan mudah sehingga membuatnya terjangkau bagi masyarakat dari segala kalangan. 


Masa Depan
VR masih memiliki masa depan yang sangat panjang. Dengan penetrasi pasar yang baru saja dimulai, masih terdapat ratusan juta pasang mata yang siap mencoba pengalaman VR. Sampai saat ini teknologI VR secara ekstensif digunakan pada dunia game, namun kedepannya kita akan melihat penggunakan VR di bidang lain dalam kehidupan, terutama pada bidang edukasi.
VR teknologi sudah dirancang agar dapat digunakan untuk mengajari para calon dokter proses pembedahan organ sehingga para calon dokter bisa memiliki pengalaman yang lebih “nyata” dalam melakukan operasi dan sebagai hasil akhirnya bisa lebih siap dalam melakukan operasi dalam dunia nyata. 
 
Sebagai akhir kata, sebagaimana teknologi pada umumnya, pasti memiliki sisi gelapnya tersendiri. Dengan segala manfaat yang dapat dirasakan dari VR, selalu ada cara untuk menyalahgunakan VR untuk hal hal yang negatif. Pengenalan dan edukasi perihal penggunakan teknologi VR perlu dilakukan sejak sedini mungkin.
Masih ada pertanyan? Let me know!

NB: Artikel ini akan diupdate sewaktu-waktu.

Share:

1 comment: