11.18.2015

Persiapan Dokumen: Lengkapi berkas sekolah ke luar negeri

Terus terang, memang harus diakui persiapan untuk sekolah ke luar negeri memang terkadang, bagi sebagian orang, bisa membuat stress dan ribet! Itu lah kenapa tidak heran ketika banyak dari kita yang sangat menggebu di awal proses, namun kendor di tengah proses dan berhenti.



Saya harap, bagi kalian sekarang yang lagi baca, sudah tau kalian ada pada bagian yang mana dari kalimat diatas. Kalau memang akan berhenti, mungkin bisa mengakhiri membaca tulisan ini disini. 

Ok, seems like you want to continue reading! 

Pada tulisan ini, KW akan membahas dokumen-dokumen yang kiranya perlu disiapkan bagi kalian yang ingin melamar beasiswa (ataupun non-beasiswa) untuk tujuan belajar diluar negeri, selamat membaca!

1.       Paspor
Terdapat banyak kasus, dimana seseorang tidak dapat melamar beasiswa karena tidak memiliki paspor. Biasanya yang terjadi adalah, korban tau ada proses seleksi beasiswa dari teman, lalu tau deadlinenya lagi seminggu. Nah habis gitu girang banget, lalu baca syaratnya, eh ternyat perlu paspor. Lalu baru sadar deh, ternyata ngga punya passport. 

Saran KW, buat paspor sejak dini, walaupun baru kelas 2 SMA tapi kalo pengen S1 di luar negeri, buat passport dari sekarang! Berlaku 5 tahun, dengan birokrasi yang semakin baik dan transparan seperti sekarang, biasanya buat paspor Cuma 1 minggu dan bayar 300 rb-an. So, tunggu apa lagi?

2.       Akta kelahiran
\
Nah lo, jangan bilang ngga punya akta kelahiran? Akta kelahiran biasanya sangat diperlukan untuk pembuatan Visa, akan lebih baik bila memiliki akta kelahiran yang sudah dwi bahasa (terbitan baru) jadi tidak perlu diterjemahkan lagi (biaya terjemahan tergolong mahal lho!) so kalo belum punya buat, kalo masih punya yang lama, coba buat yang baru ya!

3.       Ijazah dan raport/Transkrip Nilai

Terkadang untuk S1 di luar negeri diperlukan rapor dari SD (atau bahkan TK) jadi inget-inget ya dimana kemarin ditaruh, hmmm. Jangan lupa siapkan legalisir dan juga terjemahannya ya. 

4.       KTP/SIM

KTP udah tau lah gunanya ya, hehe. Untuk SIM, ada beberapa Negara yang mengenali SIM Indonesia sebagai driving license, so lumayan kan, jadi bisa keliling kota ngga harus jalan kaki di luar negeri. 

5.       TOEFL IBT/IETLS

Yang ini biasanya syarat mutlak untuk kuliah di luar negeri, saran KW, latihan dari sekarang, coba menabung, agar dapat  bayar dan mencicipi tesnya sedini mungkin. Sekarang mungkin belum perlu banget, tapi kalo bisa dapat pengalamannya akan sangat bermanfaat saat nanti diperlukan. 

6.       Personal Essay

Nah, yang ini juga wajib hukumnya. Saran KW, mulai deh dari sekarang coba tulis-tulis tentang diri kamu sendiri. Belajar juga dari contoh personal essay milik orang lain. KW juga ada contohnya di blog ini. Jangan lupa untuk memiliki seorang proof reader atau seorang yang nantinya akan mengecek tulisanmu, pada sebagian orang, hal ini sangat bermanfaat untuk menghindari kesalahan penulisan.

7.       Recommendation Letter

Biasanya untuk beasiswa ataupun lamaran sekolah, diperlukan setidaknya 2 recommendation letter. Yang kalian dapat persiapkan dari sekarang, jaga hubungan baik dengan dosen atau guru kalian. Menjaga hubungan baik disini dalam artian adalah pastikan mereka tau siapa kalian baik dari sisi akademis ataupun non-akademis. Gelar seseoarang terkadang bisa meningkatkan kualitas surat rekomendasi, tapi tidak ada yang mengalahkan penilaian jujur seorang guru/dosen dalam surat rekomendasinya. 

8.       Tes kesehatan

Ini tentunya sangat penting, bagi beberapa Negara, sebelum seorang dapat diberikan visa belajar, orang tersebut biasanya diharuskan untuk melakukan cek kesehatan, atau melakukan vaksin tertentu. Tipsnya? Jaga kesehatan coy!

9.       SKCK/Catatan Kepolisian
f
Ada juga kasus yang sampe memerlukan SKCK, jadi pastikan kalian menjadi warga Negara yang baik ya. Dan ini biasanya juga perlu di terjemahkan.






Share:

2 comments:

  1. Gimana cara ngurus akte kelahiran dua bahasa?
    Oya, tambahin oal visa belajar di luar negeri dong.
    Thanks infonya, menarik :)

    ReplyDelete
  2. Halo Cichi, untuk urus akta kelahiran dua bahasa bisa langsung ke catatan sipil masing masing ya. Good luck!

    ReplyDelete