11.18.2015

Memilih Beasiswa: Mana Jalan Terbaik Sekolah ke Luar Negeri?

Ada kalanya dimana seseoarang yang memendam keinginan kuat untuk melanjutkan sekolah di luar negeri tidak bisa melanjutkan impiannya. Karena keterbatasan ekonomi dan ketiadaan beasiswa. 



Namun, syukurnya, dalam era informasi seperti ini, dan dengan semakin sadarnya pemerintah Indonesia akan pentingkan pendidikan bagi putri dan putra bangsa, kesempatan untuk mendapatkan beasiswa pun semakin lebar. Hmmm, lucunya ternyata ketika kita dihadapkan pada kesempatan emas kuliah di luar negeri dengan berbagai macam beasiswa, tak dinyana muncul permasalahan yang, pilih beasiswa yang mana ya? Berikut beberapa pertimbangan dalam memilih beasiswa:

1.       Siapa yang memberikan?

Kalo misalnya, ada yang ngasi kita sesuatu, pastinya akan sangat baik bila tau asal atau sumber barang tersebut, agar nanantinya kita bisa mengucapkan terima kasih. Begitu juga dengan beasiswa, kalian harus tau mmisalnya, apakah beasiswanya dari pemerintah atau swasta? Dalam negeri atau luar negeri? Sehingga kalao sudah tau sumbernya, jangan lupa untuk ucapkah syukur dan terima kasih nantinya kalo sudah jadi sekolah dengan beasiswa yang dimaksud.

2.       Tipe beasiswa: full/semi-full

Hal ini sangat penting untuk diperhatikan! Jangan sampai baru dengar kata beasiswa, langsung yakin bakalan semuanya gratis. Beasiswapun ada jenisnya, ada yang cuma nanggung SPP saja, ada yang BUKU saja, ada yang UANG BULANAN saja. Atau ada yang hanya 50% dari total biaya pendidikan, ada yang belum pasti, dan tentunya ada yang FULLY FUNDED. Jadi pastikan ya jenis beasiswa yang kalian incar tipenya seperti apa. 

Jangan sampai nanti mengira beasiswanya full, ditengah jalan taunya malah cuma dibayarin SPP aja.

3.       Ikatan kontrak/dinas

Perhatikan juga return of investment yang diharapkan dari pemberi beasiswa. Misalnya habis sekolah harus kerja di tempat pemberi beasiswa, atau harus melakukan ini dan itu, atau ada yang tidak harus melakukan apapun. Perhatikan dan pilih. 

4.       Proses seleksi dan peminat

Nah, hal ini juga menjadi faktor pembeda beasiswa. Baiknya kalian tau perbandingan prosesnya, mana yang lebih komplesk, mana yang hanya ada seleksi dokumen saja, mana yang ada interviewnya. Atau beasiswa mana yang kira-kira lebih sedikit kompetitornya (peminatnya lebih sedikit, sehingga kesempatan untuk masuk lebih banyak). 

5.       Reputasi Beasiswa

Dalam beberapa kasus, ada juga yang membedakan beasiswa dari sisi reputasinya. Misalnya beasiswa A sudah dikenal di seluruh dunia, jadi kalo bisa dapat beasiswa A, akan berarti suatu poin plus. Selain itu, reputasi juga perlu dipertimbangkan, misalnya usahakan menghindari beasiswa yang memiliki banyak cerita menelantarkan penerima beasiswanya, dengan terlambat melakukan transfer perbulan ke penerima beasiswa. 

6.       Persyaratan agar tetap mendapat beasiswa selama studi

Hal ini juga perlu diperhatikan dan sesuaikan dengan kemampuan sendiri. Misalnya jika ada beasiswa yang menentukan bahwa ketika beasiswa sudah ditangan, penerima beasiswa harus mampu mendapatan IPK 3,9 dan menerbitkan 10 jurnal internasional dalam sebulan, jika tidak beasiswa hangus. Sebelum memutuskan mengambil beasiswa tersebut, coba pikirkan apakah kiranya bisa untuk mempertahankan beasiswa yang kiranya nanti diterima atau tidak?

Good luck!
Share:

2 comments:

  1. After reading this informative and effective post. I have good knowledge now to fix this issue and to explain this issue to others.

    ReplyDelete