9.03.2015

7 Langkah Yakinkan Diri Untuk Studi ke Luar Negeri

Belakangan ini fenomena belajar keluar negeri semakin menjadi, dan ini merupakan sebuah kabar yang sangat baik sekali apalagi di tengah usaha untuk memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa. Namun, alangkah baiknya apabila sebelum memutuskan untuk mengambil langkah untuk melanjutkan studi ke luar negeri, seseorang hendaknya harus sudah yakin bahwa ia sanggup untuk menghadapi segala tantangan yang mungkin terjadi kedepannya.


Untuk membantu teman-teman mempersiapkan dan meyakinkan diri, berikut KW berikan beberapa hal yang patut untuk dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk studi ke luar negeri.

1.    Memiliki mental yang baik

Belajar di luar negeri memerlukan persiapan mental yang baik. Ada banyak kasus dimana calon pelajar memiliki semangat yang menggebu begitu mengikuti megahnya seminar pendidikan di luar negeri ataupun membaca artikel pengalaman seseoarang yang pernah belajar di luar negeri. Namun sayangnya, seiring berjalannya waktu dan mengenal bahwa proses agar bisa belajar di luar negeri tidak semudah yang dibayangkan, semangat itu pun pudar dan akhrinya keinginan untuk studi di luar negeri pun tamat.

2.    Mengetahui situasi keuangan pribadi

Pendidikan memerlukan biaya, dan terkadang biaya yang diperlukan tidak sedikit, alias mahal beud. Itulah sebabnya bagi seseorang yang hendak melanjutkan pendidikannya di luar negeri harus memiliki gambaran terlebih dahulu mengenai situasi ekonomi mereka masing-masing. Ini bukan berarti seseorang yang hendak menlajutkan studi harus berasal dari keluarga dengan ekonomi yang kaya raya.

Analisa ekonomi perlu dilakukan untuk mengetahui mekanisme seperti apa yang nantinya ditempuh guna melanjutkan studinya di luar negeri. Mekanisme yang dimaksud disini adalah apakah nantinya akan bisa melanjutkan studi dengan biaya sendiri baik itu dari diri sendiri ataupun dari keluarga atau akan menggunakan dan mencari beasiswa terlebih dahulu.

3.    Memiliki gambaran tentang studi yang akan diambil, fakultas dan universitas yang dituju.

Akan menjadi sangat baik apabila sebelum memutuskan untuk melanjutkan studi di luar negeri, calon pelajar mengadakan research kecil-kecilan (secara besar-besaran tentunya sangat diperbolehkan). Penelitian ini tentunya sangat baik sehingga calon pelajar memiliki gambaran apa langkah selanjutnya ketika ia sudah yakin bahwa mental yang dimiliki sudah mumpuni untuk melanjutkan studinya.

Selain itu, hal ini juga akan membantu calon pelajar untuk memutuskan apakah studi kel uar negeri merupakan pilihan yang tepat, karena terdapat kasus dimana setelah dilakukan pencarian ternyata kualitas pendidikan di Indonesia untuk bidang tertentu ternyata lebih baik dari yang ditawarkan di luar negeri.

4.    Memiliki gambaran tentang negara yang dituju.

Banyak sekali calon pelajar yang menentukan destinasi tempat belajarnya dengan melihat negara yang sangat ingin dikunjunginya. Hal ini tentunya tidaklah terlalu salah, semasih negara yang diidamkannya memang benar-benar menyediakan kualitas pendidikan yang baik untuk bidang yang ingin ditekuni.
Hal ini perlu dipikirkan mengingat banyaknya calon pelajar yang menomor-duakan kualitas lembaga pendidikan dan menomorsatukan obyek wisata ngetren yang dimiliki oleh negara yang bersangkutan.

Contoh, karena setiap malam bermimpin untuk menonton El Clasico di Barcelona, Adam memutuskan untuk mengambil master of Japanese-nya di Spanyol ketimbang melanjutkannya di negara Sakura Jepang.

5.    Mampu hidup mandiri dan mengelola stress.

Walaupun teman sejawat mengira ketika kalian pergi belajar ke luar negeri hidup kalian akan berubah menjadi super glamor bak artis hollywood. Tapi percayalah hal itu adalah sesuatu yang 99% tidak akan terjadi. Yang terjadi adalah kalian akan belajar hidup mandiri, dari sebelum bangun tidur pun harus sudah tau bahwa besok Ibu tidak bisa bangunin kita (bisa sih pakek Skype) apalagi buatin kita masakan enak, nyuruh kita mandi, cuciin baju dll.

Yang ada adalah kita bangun sendiri, masak sendiri, mandi sendiri (tentunya), pokoknya semuanya sendiri. Dan seseorang harus sudah siap untuk hidup jauh (sangaaaaaaaat jauh) dari orang tua, pacar, mantan pacar, dll.

Dalam hal ini calon pelajar juga dituntut agar memiliki kemampuan mengelola stress yang baik.

6.    Memiliki kemampuan bahasa yang baik

Saat ini terdapat beberapa iklan belajar keluar negeri yang dengan yakinnya menyatakan bahwa belajar keluar negeri sangatlah mudah.

I wont lie to you guys, it is not easy. Tapi tentunya juga tidak sulit amat, yang penting memiliki usaha untuk itu. Begini, belajar dengan Bahasa yang bukan Bahasa ibu kita, tentulah bukan perkara mudah. Jika kalian sudah tau rasanya menonton movie barat tanpa subtitle selama satu jam dan langsung kepala kunang-kunang dan sesegera mungkin donlot subtitle Indonya, itu berarti kalian belum siap. Karena apa yang akan kalian hadapi adalah percis seperti itu selama 24 jam nonstop (mana ada coba yang menyedikan subtitle ketika kalian mendengarkan dosen kalian menjelaskan materi di kelas, hehe).

Jadi, memiliki kemampuan Bahasa yang baik merupakan hal yang sangat penting untuk dipersiapkan. Karena akan amat sangat disayangkan jika seseorang yang sebenarnya memiliki potensi, brilian dan sangat aktif di kelas di Indonesia, menjadi sangat pasif dan pendiam ketika sudah belajar di luar negeri karena kekurangan kemampuan Bahasa.

7.    Sudah memiliki gambaran tentang Indonesia (walaupun sedikit).

Sebagaimana sebuah peribahasa, apalah arti mengagumi keindahan rumah orang lain kalau belum bisa sedikit mengenal rumah sendiri. Dengan destinasi favorit studi di luar negeri adalah negara-negara di Amerika ataupun di Eropa, calon pelajar akan menghadapi sebuah situasi yang berbeda dari apa yang dihadapi di Indonesia.

Ada beberapa situasi dimana para pelajar membanding-bandingkan situasi di Indonesia dengan di tempatnya belajar. Yang mana pada umumnya persepsi yang ada adalah jatuh cinta pada negeri baru dan patah hati dengan Indonesia. Hal ini tentu baik, semasih rasa jatuh cinta itu digunakan untuk memperbaiki kekurangan yang ada di rumah sendiri.

Pergi melancong ke tempat orang, bukan berarti sampai rumah kita langsung bumi hanguskan rumah sendiri kan? Baiknya kita bantu mempercantik rumah kita melalui pengalaman-pengalaman kecil kita saat melancong kerumah orang.

Gimana? Sudah mampu yakinkan diri kalau kalian sudah siap penjadi pelancong intelektual?

Share:

0 comments:

Post a Comment