6.27.2014

Pentingnya Penguasaan Hukum Internasional dalam Mengikuti Moot Court Interrnasional


Hidup di tengah globalisasi yang terus menerus berkembang jelas membutuhkan pemahaman yang tidak sedikit. Dengan teknologi dan sosial media yang terus berkembang membuat usaha untuk menghubungkan diri antar sesama warga dunia terasa semakin mudah. Hal ini membuat sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa dunia semakin sempit dengan batas-batasnya yang semakin pudar seakan menjadi sebuah kenyataan baru.

Source: http://www.jessup.uni-freiburg.de/images/grandhall.jpg
Berkembanganya tatanan global pada akhirnya juga menuntut manusia-manusia yang tinggal didalamnya agar dapat memiliki kemampuan yang lebih baik juga. Hal ini diperlukan karena dengan berkembangnya teknologi seperti yang telah diuraikan diatas hubungan yang terjadi antara Negara-negara di dunia semakin intens. Dengan hubungan antar Negara yang semakin sering dan intens inilah sehingga warga dunia juga harus memiliki pemahaman akan hukum internasional yang lebih baik.

Tuntutan ini juga tentunya dialami mahasiswa hukum di seluruh Indonesia, sebagai para calon pengacara-pengacara internasional Indonesia, mahasiswa hukum Indonesia harus dibekali dengan kemampuan yang maksimal perihal hukum internasional. Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam rangka menyiapkan kemampuan para mahasiswa hukum Indonesia adalah dengan mengikuti kompetisi moot court internasional.

Untuk dapat menguasai hukum internasional jelaslah tidak mudah. Apalagi dengan banyaknya keragu-raguan perihal efektifitas hukum internasional dalam menjaga perdamaian dunia, yang berakibat pada masih kurang jelasnya strutur hukum internasional itu sendiri. Selain itu bila dipandang dari instrument-instrumen hukum yang dapat dijadikan sebagai sumber hukum internasional, dapatlah dilihat bahwa bahasan hukum internasional itu amatlah luas jauh lebih luas bila dibandingkan dengan bahasan hukum nasional suatu Negara.

Namun demikian bukan berarti bahwa penguasaan hukum internasional itu teramat sulit bahkan tidak mungkin untuk dikuasai dan dipelajari. Hal diatas hanya berarti bahwa untuk mempelajari dan menguasai hukum internasional diperlukan suatu tekad dan usaha yang keras sehingga dapat menghasilkan hasil yang maksimal.

Dalam kompetisi moot court internasional seorang mahasiswa hukum tidak hanya dituntut untuk dapat memahami hukum internasional dari sisi teoritis saja melainkan juga dari sisi praktis. Karena dalam proses kompetisi peserta juga dituntut untuk memiliki kemampuan praktis perihal hukum internasional. Sebagai contoh seorang peserta harus memiliki gambaran umum perihal isu-isu penting yang berkaitan dengan hukum internasional yang sedang terjadi saat pembuatan memorials.  Selain itu para peserta juga harus memiliki kemampuan dalam melakukan penelitian perihal kebiasaan-kebiasaan dari Negara-negara di dunia berkaitan dengan hukum internasional. 
Bercermin dari hal-hal diatas dan melihat juga kebelakang saat dimana Indonesia memiliki sengketa dengan Negara lain yang tentunya berada dalam ranah hukum internacional, semisal kasus Sipadan – Ligitan dengan Malaysia tahun 2002, sudah seharusnya lah Indonesia dan tentunya generasi muda hukumnya untuk terus melakukan pembenahan diri, semoga kita dapat terus memperbaiki dan memperkuat diri dengan jiwa ke-Indonesian kita dan pada akhirnya dapat menatap hubungan dengan Negara-negara lain dalam kancah hubungan internasional yang lebih baik lagi.

Share:

0 comments:

Post a Comment