5.13.2014

Kenalan dengan Little Circle Foundation (LCF) Yuu..*


Little Circle Foundation (LCF) adalah yayasan yang non-profit oriented atau tidak berorientasi mencari keuntungan, berfokus pada pendidikan di Indonesia, khususnya Bali. Adapun yang menjadi konsentrasi yayasan saat ini adalah mengajarkan bahasa Inggris dan Teknologi Informasi. Yayasan ini disamping bergerak di bidang pendidikan juga mengarah pada aspek kemasyarakatan lainnya. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Little Circle Foundation tidak dikenakan biaya apapun (gratis).


Siapa pendiri LITTLE CIRCLE FOUNDATION?
Little Circle Foundation diinisiasi dan didirikan oleh sdr I Wayan Alit Sudarsana. Dia saat ini masih aktif sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana. Sebelumnya sempat memperoleh beasiswa AMINEF untuk belajar selama 1 tahun di University of Utah, United States of America, dan mendapat beasiswa sejak SMA dari Sampoerna Foundation. Alit (panggilannya) juga pernah menjabat sebagai Pimpinan (Koordinator Pusat) pada Himpunan Komunitas Peradilan Semu Indonesia (2012).

Kapan LITTLE CIRCLE FOUNDATION dilahirkan?
Little Circle Foundation dilahirkan dan didirikan pada tanggal 9 Mei 2013. Saat itu sudah mampu melaksanakan kegiatan belajar mengajar melibatkan siswa/siswi mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.


Dimana kegiatan LITTLE CIRCLE FOUNDATION dilaksanakan?
Little Circle Foundation melangsungkan kegiatan belajar mengajar pertama kali (ANGKATAN I) di Desa Tangkup, Sidemen, Karangasem-Bali. Kegiatan belajar mengajar ANGKATAN I tidak hanya melibatkan siswa/siswi Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dari Desa Tangkup saja melainkan juga menjadi daya tarik di luar Desa Tangkup untuk turut serta menjadi peserta maupun pengajar (relawan). Kegiatan belajar mengajar tersebut dilaksanakan setiap minggu selama 3 bulan.
Diumurnya yang baru menginjak setahun, Little Circle Foundation akan melanjutkan aktivitasnya di Desa Banjarangkan, Banjarangkan, Klungkung-Bali (ANGKATAN II) bekerjasama dengan Pemerintah Desa Banjarangkan. Kegiatan belajar mengajar di desa Banjarangkan diperluas cakupannya dengan peserta tidak hanya melibatkan siswa/siswi, juga melibatkan guru khusus berkenaan dengan Teknologi Informasi. 

Bagaimana kegiatan belajar mengajar ANGKATAN II?
Pada prinsipnya ANGKATAN II juga akan diberikan pendidikan mengenai bahasa Inggris dan Teknologi Informasi. Bedanya melibatkan lebih banyak sekolah, antara lain : Sekolah Dasar Negeri 1 Banjarangkan, Sekolah Dasar Negeri 2 Banjarangkan, Sekolah Dasar Negeri 3 Banjarangkan, Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarangkan, Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Banjarangkan, dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Banjarangkan. Selain melibatkan siswa/siswi sebagai peserta juga melibatkan guru. Keterlibatan guru menjadi pertimbangan yayasan dikarenakan (1) kualitas guru dalam mengaplikasikan Teknologi Informasi tidak sebaik guru yang ada di kota (apalagi kota-kota besar), (2) kuantitas guru yang memahami Teknologi Informasi lebih sedikit daripada guru yang berada di perkotaan, (3) permintaan dari pihak untuk berbagi pengetahuan mengenai Teknologi Informasi (khususnya guru yang sudah tua / gagap teknologi). Kegiatan belajar mengajar nantinya melibatkan 150 peserta baik siswa/siswi maupun guru, dilaksanakan tiap hari Minggu sejak 15 Juni 2014 hingga 15 September 2014 di Sekolah Dasar Negeri 3 Banjarangkan.

Disamping belajar mengajar Little Circle Foundation juga merencanakan mengumpulkan buku/alat tulis dan pakaian serta sepatu layak pakai yang berikutnya akan disumbangkan dan didistribusikan kepada siswa/siswi yang membutuhkan di Desa Banjarangkan. Perlu diketahui bahwa semua program pada yayasan ini dirancang untuk membantu saudara-saudara kita di daerah pelosok desa yang tidak mampu, terutama tidak mampu dan berprestasi.

Kedepan Little Circle Foundation juga akan mengedepankan penyuluhan dan bantuan hukum bagi masyarakat Indonesia khususnya Bali yang belum terjangkau oleh Lembaga Bantuan Hukum yang lebih dahulu ada. Khusus di daerah Klungkung, ketiadaan Lembaga Bantuan Hukum serta pemahaman masyarakat yang masih rendah terhadap hukum sering menimbulkan ketidakadilan serta rawan penyalahgunaan wewenang oleh penegak hukum (Polisi, Jaksa, dll) sehingga Little Circle Foundation siap memberikan penyuluhan dan bantuan hukumnya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bagaimana cara saya turun tangan?
Ada beberapa pilihan atau gabungan pilihan yang bisa anda pilih untuk berkontribusi terhadap pendidikan di Indonesia, khususnya Bali.

Jadi Relawan, anda bisa turun tangan menjadi relawan sebagai pengajar bahasa Inggris dan/atau Teknologi Informasi.

Jadi Donatur, anda bisa turun tangan menjadi donatur. Anda bisa menyisihkan sebagian uang anda dan/atau jika memiliki pakaian/sepatu layak pakai serta buku/alat tulis yang tidak terpakai atau ingin disumbangkan, dapat disumbangkan melalui yayasan ini.

Segala bentuk bantuan dapat dipertanggungjawabkan secara sah menurut hukum oleh Little Circle Foundation. Kami dari Tim LCF dengan senang hati akan memberikan live report atas progress dari setiap program kami terutama bagi mereka yang mendonasikan uang dalam jumlah besar. Karena kami memahami ada juga pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi melalui yayasan atau berkedok/berdalih yayasan. Proposal kegiatan Little Circle Foundation di Desa Banjarangkan beserta Anggaran Biaya bisa diperoleh dengan menghubungi kontak kami.
Menjadi relawan dan/atau donatur dapat menghubungi I Wayan Alit Sudarsana (085737343031) atau I Kadek Apdila Wirawan (085737339079) atau melalui FB : Little Circle Foundation atau email : littlecirclefoundation@gmail.com.

Apa Kendala dan Tantangan yang dihadapi Little Circle Foundation?
Niat baik belum tentu berjalan dengan mulus dan lurus tanpa kendala serta hambatan. Itulah yang dihadapi Little Circle Foundation yang baru berumur 1 tahun, sejak dilahirkan hingga saat ini pembiayaan Little Circle Foundation masih tergantung pada kekuatan para relawan yang juga senantiasa memberikan donasinya. Perlu diketahui relawan kami mayoritas terdiri dari mahasiswa. Disamping keterbatasan donasi, tim LCF juga pemberdayaan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan di desa tempat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dikarenakan di desa dengan segala keterbatasannya maka kesulitan yang biasa ditemui tim adalah ketiadaan LCD Proyektor, Puluhan PC atau laptop, serta fasilitas-fasilitas lainnya yang turut menunjang proses pembelajaran.

Partisipasi semua pihak adalah kekuatan kami. Saat ini kami membutuhkan partisipasi semua lapisan masyarakat, swasta dan Pemerintah untuk menyukseskan program Little Circle Foundation di Desa Banjarangkan. Karena mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia adalah kewajiban setiap orang yang menyatakan dirinya orang Indonesia, karena mendidik adalah kewajiban mereka yang terdidik.

*(“Pilihan pemuda adalah menuntut atau menciptakan perubahan, dan bagi kami menciptakan perubahan adalah pilihan yang konkret dan urgen saat ini”. – I Kadek Apdila Wirawan, penulis sekaligus relawan Little Circle Foundation).
Salam

Tim LCF


Share:

7 comments:

  1. kakak alit dan kakak apdila, saya tertarik dengan program dan aksi kakak-kakak sekalian, sungguh luar biasa, bolehkah saya bergabung dalam aksi yang hebat ini? atau adakah yang bisa saya bantu untuk ini? terimakasih

    ReplyDelete
  2. @Andy, Terimakasih ya sudah berkenan bekontribusi menjadi volunteer kemarin. Datang lagi ya nanti... hehehe....

    ReplyDelete
  3. Astungkara kak alit, semoga bisa membantu rekan lain. Sukses LCF

    ReplyDelete