1.04.2012

Awal Menuju Bintang

Hampir sudah empat tahun lamanya, sejak pertama kali di beritahukan pada bulan agustus tahun 2008 tentang keberangkatan kami ke Rusia (sebuah negeri yang tak pernah terpikir untuk dikunjungi sebelumnya), dalam rangkaian acara peluncuran satelit Measat.

Rasa gembira pun segera menghinggapi hati, dengan segenap harapan yang sempat tertunda setahun lamanya kini akan bisa menjadi kenyataan. Ini adalah kesempatan yang sangat langka bagi saya pribadi, karena banyak orang yang sangat sulit untuk bisa mendapatkan visa berkunjung ke Rusia, apalagi ke sebuah tempat peluncuran satelit di negara bekas Uni soviet itu. Disamping juga karena inilah kali pertamanya saya pergi ke luar negeri.



Hari itu juga, setelah sebelumnya sudah diiberitahukan jadwal keberangkatan saya dari pihak Sampoerna Foundation, saya segera berkemas-kemas walaupun sejatinya semua sudah di urus oleh sebuah lembaga yang memiliki orang-orang yang sangat baik hati, tapi setidaknya saya harus membekali diri dengan pakaian yang layak pakai :D.

Singkat cerita, tibalah saya di bandara Ngurah rai, setelah berputar-putar dan menunggu, pesawat pun siap berangkat. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam saya sampai di Cengkareng, disana saya harus tertahan lagi, karena pesawat teman saya dari Surabawa kena delay, jadi saya harus menunggu dia dulu. Setelah dia datang, barulah saya menuju tempat yang ditujukan orang di seberang telepon sana, yang mengatakan bahwa kami harus menuju ke suatu tempat di jakarta, yang pada waktu itu mungkin hanya sopir taksi dan Tuhan saja yang tahu, karena kami memang tidak begitu akrab dengan Jakarta.

Huh... Akhirnya sampai juga, kami turun di depan sebuah gedung yang bertuliskan Sampoerna Foundation, namun serentak lelah yang kami (atau mungkin saya saja ) rasakan sirna setelah melihat seorang wanita muda menyapa kami dengan ramah dan menanyakan bagaiamana perjalanan kami. Setelah sejenak berdialog dengan wanita muda tadi, kami pun diajak ke dalam ke gedung biru itu, di dalam gedung itu pun kami tidak luput dari senyum orang-orang yang tidak hentinya menyalami tangan kami dan mengucapkan kata selamat untuk kami.

Bagaimana mendapat durian runtuh, kami merasa sangat beruntung dan tentunya sangat senang. Namun kesenangan dalam hati saya sejenak berubah, setelah mengetahui bahwa yang jadi berangakat ke Rusia hanyalah dua orang (setahun lalu ada lima orang), bisa dibayangkan bila saya menjadi salah satu dari mereka, tapi saya percaya semua orang memiliki kesempatannya masing-masing, jadi mari kita nikmati perjalanan ini, pikir saya dalam hati.

Kami pun lalu di transfer ke sebuah hotel untuk beristirahat, keesokan harinya kami diajak ke sebuah harian nasional untuk sekadar bercerita kepada wartawan disana. Siapa tahu wajah kami bisa tampil nongol di harian nasional yang sering saya beli di lapak koran dekat sekolah saya (kelak harapan penulis ini akan menjadi kenyataan).

Setelah dari kantor harian nasional tersebut, kami langsung diajak orang-orang baik itu makan siang di sebuah tempat penjuan makanan tentunya. Namun kebaikan mereka tidak hanya sampai disitu, selesai makan kami langsung di bantu mengepack tas-tas kami, bahkan ada seorang wanita cantik yang rela meminjamkan jaket barunya pada saya, dengan senyumnya wanita itu lalu memberikan jaket yang bahkan masih berlabel itu. Cmiiiw.... Ternyaya memang indah ya hidup ini...

Setelah semuanya siap, kami siap berangkat!!! Bagai prajurit yang akan berangkat perang kami pun diberitahu agar berhati-hati. Setelas sampai di bandara Soekarno-Hatta kami segera bertemu dengan seorang wartawan pria yang akan menemani kami dalam perjalanan ini. Pria ini sungguh baik hati, jadi saya sebagai seorang yang paling muda dalam rombongan ini bisa lebih menikmati perjalanan, he he he.

Di dalam sebuah pesawat maskapai penerbangan negara tetangga, kami segera meluncur ke Kuala lumpur. Sesampainya disana kami bertemu dengan rombongan dari negeri jiran tersebut, kami pun saling berjabat tangan dan mengatakan how do you do? Nice to meet you. Dengan bahasa inggris ala Malaysia mereka pun memperkenalkan diri mereka satu-persatu. Setelah prosesi itu selesai kami (kini dengan rombongan yang lebih besar) segera menuju pesawat, untuk melanjutkan penerbangan.

Masih dengan maskapai penerbangan yang sama, tapi dalam perjalanan ini kami bertiga memang sungguh-sungguh beruntung karena kami berada pada business class pada seluruh pesawat yang kami tumpangi.

Setelah perjalanan selama 13 jam, kami pun sampai di sebuah bandara di london (penulis lupa namanya), disana kami bertemu lagi dengan rombongan dari negara itu, kami pun segera bercakap-cakap, namun kini dengan bahasa inggris yang sering kami dengar dari tape di sekolah kami ketika tengah mendapatkan pelajaran listening bahasa inggris.

Namun, ada yang menari perhatian saya disini, bandara ini memberikan kenangan tersendiri pada saya, karena di bandara ini kami diperiksa dengan sangat ketat, bahkan ada salah satu dari kami harus memasuki sebuah ruangan kusus untuk melakukan pemeriksaan, inilah yang selama ini saya harapkan ada di negara kira Indonesia (pikiran-pikiran inilah yang nantinya menemani penulis selama perjalanan).

Akhirnya sampailah kami di Rusia, tepatnya dalam kawasan bandara Domodobo di kota moscow, sungguh bagaikan mimpi saya berada di sebuah tempat yang sebelumnya hanya saya lihat di tv atau di internet. Setelah keluar dari bandara, kami pun diajak berputar-putar kota moscow, sambil menuju ketempat kami melepas penat nanti malam.

Kala itu kira-kira jam 7 malam, namun saya pikir ada yang aneh, setelah saya perhatikan sekeliling saya ternyata matahari masih berada hampir tepat di atas kepala saya, jadi jam 7 malam masih sangat terang.

Setelah perjalanan selama 2 jam, akhirnya saya sampai di hotel tempat saya menginap. Disana saya sekamar dengan teman-teman dari India, ternyata orang India itu lumayan mengasikan, bahkan kami sempat saling bertukar bahasa (saling belajar bahasa satu sama lain).

Selama beberapa hari itu kami diajak berkeliling moscow, sebagaimana tamu VIP lainnya, kami pun dilayani dengan sangat baik sekali. Singkat cerita, tibalah saat dimana kami akan melihat secara langsung peluncuran satelit tersebut.

Kala itu jam 2 malam, kami pun dibangunkan untuk segera menuju ke tempat dimana roket tersebut akan diluncurkan. Tepat pada jam 3.30 pagi, satelit itu pun di bawa melesat keangkasa dengan mulus. Dengan perasaan senang semua rombongan mengadakan makan malam guna merayakan keberhasilan ini.

Malam itu, saya pun segera pergi ke pulau kapuk. Karena keesokan harinya saya harus kembali lagi ketanah air. Sesampainya di Indonesia kami pun di sambut hangat oleh kakak-kakak yang ada di Sampoerna Foundation. Banyak sekali hal baru yang saya pelajari dalam perjalanan ini. Sungguh perjalanan yang sangat menyenangkan.

Akhir kata, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam perjalanan ini. Utamanya kepada Sampoerna Foundation dan juga kepada pihak MEASAT.
Share:

0 comments:

Post a Comment