8.16.2011

TOEFL UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

Dewasa ini merupakan dewasa dimana tidak ada lagi keterbatasan baik secara ideologis maupun geografis. Secara geografis, semua warga dunia sudah dihubungkan oleh berbagai macam alat transportasi, mulai dari yang terlambat sampai yang tercepat, dari becak sampai airbus, semua tersedia untuk warga dunia. Hal ini merupakan salah satu faktor yang membuat dunia kita semakin sempit saja. Sekarang tidak ada lagi yang bisa menghambat seseorang untuk bertemu teman di lain dunia, baik di dunia maya maupun nyata. Di dunia nyata warga dunia dapat menggunakan alat transportasi, sedangkan di dunia maya warga dunia dapat menggunakan jejaring sosial, search engine untuk bercengkrama dengan sesama.


Selain alat transportasi dan komunikasi ciptaannya, sebenarnya manusia sudah dibekali oleh alat komunikasi yang hebat sekali. Dialah bahasa. Menurut Stephen Juan, Ph.D. seorang antropolog dari University of Sydney di dunia terdapat 6,800 bahasa. Sebuah angka fantastis sebagai sebuah sarana komunikasi antar warga dunia. Memang tidak semua dari bahasa tersebut populer dari banyak digunakan oleh warga dunia, namun ada beberapa bahasa yang diakui sebagai bahasa dunia, atau bahasa yang memiliki penutur yang sangat banyak dan tersebar di seluruh dunia. Misalnya saja bahasa Inggris, Jerman, Spanyol, Belanda dan lain sebagainya. Bahasa – bahasa tersebut merupakan contoh bahasa yang memiliki banyak sekali penutur.

Dalam tulisan ini, kita akan fokus untuk membahas bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa dunia. Bahasa Inggris merupakan bahasa yang memiliki lebih dari 600 juta lebih penutur. Tercatat ada 53 negara dan 10 organisasi internasional yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Selain itu, hampir semua negara di dunia menerapkan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa nasionalnya masing-masing. Dengan banyaknya penutur, bahasa Inggris menjadi bahasa penghubung antar Negara dan peradaban. Apalagi dengan kemajuan teknologi dan arus Globalisasi seperti sekarang ini, bahasa Inggris menjadi sesuatu keharusan untuk diketahui dan dipelajari.

Dalam upaya mengetahui dan juga mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa penghubung antar peradaban, warga dunia tidaklah sendiri. Hal ini dikarenakan ada banyak sekali lembaga dan course center bahasa Inggris. Hal ini membuat upaya masyarakat untuk mempelajari bahasa Inggris lebih mudah dan lebih cepat. Sayangnya, banyaknya lembaga pelatihan bahasa Inggris ini ternyata tidak hanya membawa kemudahan, namun ada juga hal-hal negatif yang dibawanya.

Dulunya, di Indonesia (sebagai contoh) hanya terdapat beberapa lembaga pelatihan bahasa Inggris (seperti EF, IALF, British Five, Bristish Plus). Namun sekarang ini terdapat banyak sekali lembaga pelatihan bahasa inggris. Hal ini membuat, banyak sekali lembaga pelatihan yang tidak terakreditasi, yang pada akhirnya berdampak pada bahan ajar, dan kualitas anak ajar yang dihasilkan.

Walaupun lembaga pelatihan bahasa Inggris abal-abal seperti ini biasanya tidak memungut biaya sebesar lembaga yang sudah terakreditasi, namun harus kita sadari bahwa dalam sebuah proses pembelajaran yang diharapkan adalah kualitas yang didapatkan bukan biaya yang dikeluarkan.

Untuk mengatasi hal inilah mulai dari tahun 1963 dibahas mekanisme untuk mengukur kemampuan dalam menggunakan bahasa Inggris. Mulai tahun itu juga, mulai dirintis berbagai macam mekanisme pengujian kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa inggris. Sampai saat ini tercatat ada berbagai macam testing yang tersedia diantaranya : Graduate Record Examination® (GRE® ), Scholastic Aptitude Test® (SAT® ), TOEFL® Internet-Based Test (TOEFL® iBT), TOEFL® Institutional Testing Program (TOEFL® ITP), TOEFL® iBT Voucher, Test from PROMETRIC™, The Official Guide to the TOEFL® Test Third edition dan IELTS.

Dari sekian banyak mekanisme testing tersebut, TOEFL merupakan sarana yang paling sering digunakan di dunia dan di Indonesia. Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris yang digunakan oleh 130 negara dan 8000 universitas di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia.

Dengan berbagai faktor diatas, dapat ditarik konklusi bahwa TOEFL merupakan sebuah lembaga testing yang trustful . Untuk melakukan tes TOEFL di Indonesia sendiri terdapat banyak lembaga test center. Untuk di Bali misalnya, sepengetahuan penulis hanya terdapat satu lembaga yang menjadi test center resmi dari ETS, yaitu VIP (Vista International Program). Biaya yang diperlukan untuk melakukan test TOEFL adalah 175 dollar USA (harga resmi dari ETS) ditambah biaya administrasi, sehingga bila di rupiah-kan berdasarkan nilai tukar saat ini ditambah dengan biaya administrasi adalah sebesar Rp. 1.900.000,-.

Semoga bermanfaat. -:D
Share:

1 comment:

  1. Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda, anda bisa kunjungi di UG-iBT untuk mencoba test iBT di

    ReplyDelete